Roh Akan Jalan Kaki Lewat DMZ, Aksi Tolak KTT Muncul di Seoul

Untuk menghadiri konferensi tingkat tinggi Korea pada Selasa (2/10) hingga Kamis (4/10), Presiden Korea Selatan Roh Moo-hyun berencana menyeberang masuk ke perbatasan Korea Utara dengan berjalan kaki. Dalam pertemuan itu, Roh Moo-hyun akan bertemu dengan pemimpin Korut Kim Jong Il.

Seorang pejabat Pemerintah Korsel mengatakan, Roh akan melewati garis demarkasi militer dengan berjalan kaki sejauh beberapa puluh meter. Setelah itu Roh akan meneruskan perjalanan ke Pyongyang dengan kendaraan dinas. Jika rencana itu benar-benar terlaksana, Roh akan menjadi Presiden Korsel pertama yang jalan kaki menyeberangi Zona Demiliterisasi (DMZ) yang membentang empat kilometer membagi Semenanjung Korea.

Bahkan, menurut kantor berita Yonhap, Roh akan membacakan pesan perdamaian sebelum menyeberangi perbatasan. Sebenarnya Korsel dan Korut masih dalam status perang karena belum ada kesepakatan perdamaian. Karena itu, momen penyeberangan itu menjadi penting. “Menyeberang garis demarkasi militer dengan jalan kaki itu akan menjadi peristiwa bersejarah,” kata Menteri Urusan Unifikasi Korsel dan Korut Lee Jae-joung.

Pada saat pertemuan pertama di antara Korsel dan Korut tahun 2000, Presiden Korsel pada saat itu, Kim Dae-jung, menggunakan pesawat terbang menuju Pyongyang untuk bertemu dengan Kim. Pertemuan pertama itu menjadi titik balik yang sangat penting di dalam perbaikan hubungan dua Korea. Jalur transportasi lalu dibuka kembali. Jalur kereta pernah diuji coba sekali bulan Mei lalu. Begitu pula jalan-jalan penghubung kembali dibuka pada tahun 2003.

Sejak tahun 2000 itu pula pertikaian kedua Korea itu diabaikan jika terkait urusan meningkatkan ekonomi dan pertukaran bantuan kemanusiaan. Namun, hingga kini masih saja terasa ketegangan di sepanjang zona garis perbatasan. Roh beberapa kali mengutarakan keinginan Korsel untuk memulai perundingan untuk secara formal mengakhiri situasi perang ini dan membahas strategi peningkatan kerja sama ekonomi.

Namun, tawaran perdamaian Korsel itu tidak disetujui rakyat Korsel. Ratusan orang memrotes rencana pertemuan dua Korea itu dengan cara membakar bendera Korut. Sedikitnya 500 orang protes di Seoul dan mengecam berbagai pelanggaran HAM yang terjadi di Korut. “Turunkan diktator Kim Jong Il!” teriak para pengunjuk rasa.

Kondisi sempat makin panas karena ada bentrokan dengan polisi. Bahkan, ada pula aktivis anti-Korut yang nekat membakar diri. Namun, dia segera dilarikan ke rumah sakit. Unjuk rasa itu berlangsung satu hari penuh. Roh diminta mengkritik pelanggaran HAM di Korut. “Roh harus memaksa Korut agar mau memperbaiki kondisi HAM di Korut,” kata aktivis anti-Korut, Kim Sang- chul.

Para aktivis menuding Korut tengah mengembangkan senjata nuklir. Oleh karena itu, mereka mendesak Pemerintah Korsel memperkuat aliansi dengan AS.

Bicara uang

Pengamat politik dari Institut Kebijakan Ekonomi Internasional Korea, Jeong Hyung-gon, menyatakan, sebenarnya pertemuan di antara dua Korea itu akan lebih banyak berbicara mengenai uang atau peningkatan kerja sama dalam bidang ekonomi. Kerja sama dalam bidang ekonomi bertujuan untuk mengurangi ketegangan di sisi militer. “Semenanjung Korea yang tenang dan damai jelas akan berpengaruh langsung pada perekonomian Korsel,” ujarnya.

Selama bertahun-tahun Korsel hidup di bawah ancaman militer Korut. Korsel juga khawatir pemerintahan Kim tumbang. Jika itu terjadi, Korsel terpaksa harus mengeluarkan dana miliaran dollar AS untuk membantu Korut. Kondisi ekonominya memburuk setelah banjir bandang dan sanksi PBB akibat uji coba nuklir. Korut menjadi sangat tergantung pada bantuan luar untuk pemenuhan makanan dan bahan bakar.

Sementara dari negosiasi enam pihak di China dilaporkan sudah ada perkembangan positif untuk melucuti program senjata nuklir Korut. Akan tetapi, hingga kini belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai isi dari kesepakatan itu. (REUTERS/AFP/AP/LUK) Kompas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: