Senator AS: Tekan China dan India, Biksu Meminta Junta Militer Menjalankan Darma Suci

Senator AS menuntut Gedung Putih agar menekan lebih keras lagi India dan China. Dua negara ini diminta merenggangkan hubungan dengan junta yang telah memberangus pemrotes, termasuk biksu yang melakukan aksi damai.

“China harus tahu dengan jelas bahwa tindakan pengosongan biksu dari berbagai wihara oleh junta tidak bisa diterima. China harus tahu, warga telah didorong ke truk-truk dan kemudian dibawa ke tempat yang hanya Tuhan yang tahu,” kata Senator John Forbes Kerry (Demokrat).

Kerry pada rapat Komisi Luar Negeri Senat Amerika Serikat Panel Asia menegaskan, “Jika China tidak memaksakan perubahan di Myanmar, Olimpiade Beijing 2008 akan menjadi kelabu.”

Senator Mitch McConnell (Republik) mengatakan, tekanan kepada Myanmar lemah karena China dan India memberi dukungan. “Perilaku China dan India pada umumnya menunjukkan, akan buruk bagi bisnis jika berseberangan dengan kekuatan prodemokrasi,” kata McConnell.

Namun, Senator Jim Webb (Demokrat) mengatakan, Uni Eropa dan AS sudah mengenakan sanksi keras. “Tidak jelas apa lagi yang harus dilakukan untuk mendukung Aung San Suu Kyi. Anda telah menekan, yang justru membuat pemerintahan otoriter itu berpaling ke China,” kata Webb.

Scot Marciel, Wakil Asisten Menteri Luar Negeri (Menlu) AS untuk Urusan Asia Timur dan Pasifik, mengatakan, Presiden George W Bush telah melakukan yang terbaik untuk menekan China. “Beijing telah menekan Myanmar …, tetapi China masih bisa berbuat lebih.”

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Liu Jianchao, Kamis (4/10), mengatakan, China telah bertindak. “Situasi di Myanmar lebih tenang dari hari ke hari, hasil upaya bersama yang dilakukan pihak terkait di Myanmar dan internasional,” kata Liu.

Menlu India Pranab Mukherjee juga mengatakan telah menyampaikan kekhawatiran atas situasi di Myanmar kepada mitranya, Menlu U Nyan Win.

Kalimat mantra

Gelombang protes terus digelar di Singapura dan Malaysia. Aktivis prodemokrasi Singapura, Chee Soon Juan, mendapat lebih dari seribu tanda tangan untuk petisi ke Pemerintah Myanmar.

Para biksu di Thailand mendapat dukungan dari rekan sedunia. Para biksu melakukan protes di berbagai negara. Dalai Lama, pemimpin spiritual Tibet di pengasingan, mengatakan, “Saya mohon kepada rezim militer pemeluk Buddha, bertindaklah sesuai darma suci. Hindari kekerasan!”

Wakil Pemimpin Persatuan Wihara Buddha Vietnam (UBCV) Thich Quang Do, yang pernah dinominasikan sebagai penerima Hadiah Nobel Perdamaian, memberi dukungan. UBCV telah mengirimkan pesan simpati kepada warga Myanmar yang sedang berjuang.

Sulak Sivaraksa, biksu Thailand, mengatakan, “Buddha mengajarkan Anda peduli kepada orang lain ketimbang diri Anda. Hindari kekerasan, ini esensial.”

(AP/AFP/OKI) Kompas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: