Misi Pencari Fakta Diperlukan, Junta Militer: 2.100 Orang Ditahan

Dewan HAM PBB menyiapkan misi pencari fakta untuk mengungkap kekerasan yang dilakukan junta terhadap para demonstran. Desakan ini muncul setelah rekaman video yang memperlihatkan pemukulan demonstran berhasil diselundupkan.

Utusan PBB, Paulo Sergio Pinheiro, telah siap untuk berkunjung ke Myanmar untuk menjalankan misi tersebut. Kepada CNN, dia mengatakan, misi tersebut mengikuti misi Utusan Khusus PBB, Ibrahim Gambari. Namun, misi yang akan dia jalankan, lanjut Pinheiro, berbeda dengan misi Gambari.

Dia akan lebih memfokuskan misinya pada upaya mencari fakta daripada berdialog dengan otoritas Myanmar. Belum ada penjelasan apakah Pemerintah Junta Myanmar telah mengizinkan misi pencarian fakta tersebut.

Pinheiro sendiri yakin Pemerintah Junta bisa didesak untuk menerima misi tersebut. Alasannya, Dewan HAM memiliki posisi yang kuat untuk mendesak junta Myanmar.

Dia juga mengingatkan bahwa Myanmar akan membayar harga yang mahal jika berani memblokir misi HAM. Namun, dia menegaskan bahwa sanksi yang bisa dikeluarkan Dewan HAM hanyalah sanksi moral.

“Saya kira Dewan HAM PBB akan memutuskan berapa harga yang harus dibayar pemerintah (junta) jika mereka tidak mengizinkan kehadiran saya (di Myanmar),” ujarnya, Kamis (4/10).

Fakta yang akan dia cari selama di Myanmar, antara lain, adalah jumlah korban tewas akibat tindakan represif junta selama menangani unjuk rasa damai pekan lalu.

Sejauh ini, Pemerintah Junta mengatakan, 10 orang tewas ketika pasukan keamanan secara paksa membubarkan unjuk rasa. Selain itu, junta mengakui telah menahan 2.100 orang. Sebanyak 700 tahanan telah dibebaskan.

Makanan habis

Banyak pihak yakin jumlah korban kekerasan junta selama pekan lalu jauh lebih besar dari angka resmi yang dikeluarkan pemerintah. Kelompok penentang junta, misalnya, memprediksi, jumlah korban tewas akibat tindakan represif pekan lalu lebih dari 200 orang.

Selain itu, sekitar 6.000 orang warga ditahan, termasuk para biksu Buddha yang memimpin unjuk rasa.

Dari Geneva dilaporkan, Program Pangan Dunia (World Food Programme/WFP) menyatakan, cadangan makanan untuk 200.000 warga di daerah Rakhine telah habis. WFP belum bisa mengirim bantuan makanan lagi ke daerah itu karena truk-truk yang mengangkut bahan makanan ditahan oleh tentara junta selama 10 hari lalu.

Rakhine adalah daerah yang penduduknya sepenuhnya mengandalkan hidup dari bantuan pangan asing.

“WFP sangat prihatin dengan tertundanya pengiriman makanan dari pelabuhan Sittwe ke Rakhine,” kata juru bicara WFP, Christiane Berthiaume, Jumat (5/10).

Dari Yangon dilaporkan, tentara junta mulai mengurangi jumlah tentara di jalan-jalan. Meski demikian, pengamanan masih ketat, terutama di pusat kota di mana para pengunjuk rasa berkumpul pekan lalu. Enam truk tentara tampak diparkir di dekat Pagoda Sule, Yangon, salah satu titik terpanas kerusuhan pekan lalu.

Kesibukan yang bisa terlihat di sekitar Pagoda Shwedagon tidak tampak. Tempat itu menjadi sunyi. Para biksu pun tidak terlihat batang hidungnya.

Sejumlah saksi mata mengatakan, sejumlah biksu telah melarikan diri dari Yangon setelah pasukan junta melancarkan serangkaian penggerebekan dan penangkapan, termasuk di wihara.

Sejak hari Rabu, para biksu berbondong-bondong keluar dari kota Yangon untuk menghindari penangkapan oleh junta. Mereka umumnya menggunakan kereta api atau bus. Namun, banyak pengemudi bus yang menolak mengangkut para biksu.

Hari Jumat, Pejabat Duta Besar AS untuk Myanmar Shari Villarosa bertemu dengan Deputi Menlu Myanmar Maung Myint di ibu kota Naypyidaw. Villarosa tidak bersedia mengungkapkan hasil pertemuannya dengan pemimpin junta. Hal itu, katanya, akan disampaikan oleh juru bicara Deplu AS.

Sebelumnya, juru bicara Deplu AS, Sean McCormack, mengatakan, Villarosa menyampaikan pesan Pemerintah AS yang menginginkan junta mengakhiri sikap kerasnya dan bersedia berdialog dengan oposisi Myanmar.

(AP/AFP/REUTERS/BSW) Kompas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: