Suu Kyi Pertimbangkan Tawaran Than Shwe

Pemimpin kelompok prodemokrasi Myanmar, Aung San Suu Kyi, akan mempertimbangkan tawaran pemimpin junta Jenderal Senior Than Shwe untuk bertemu. Namun, Partai Liga Nasional bagi Demokrasi pimpinan Suu Kyi tampaknya menginginkan agar tawaran itu ditolak.

“Terserah Nyonya Aung San Suu Kyi, dia yang memutuskan,” ujar juru bicara Partai Liga Nasional bagi Demokrasi (LND) Nyan Win di Yangon, Jumat (5/10).

Hari Kamis Than Shwe mengajukan tawaran bersyarat untuk bertemu Suu Kyi. Dia mengatakan, siap berdialog dengan Suu Kyi asalkan tokoh prodemokrasi itu menghentikan “langkah-langkahnya yang mengganggu” dan tidak lagi mendukung sanksi atas Myanmar.

Sejauh ini sejumlah aktivis prodemokrasi Myanmar meragukan keseriusan pemimpin junta untuk berdialog dengan Suu Kyi. “Mereka memintanya (Suu Kyi) mengakui serangan yang tidak pernah dia lakukan,” kata Nyan Win, aktivis prodemokrasi.

Dia menuntut junta agar mengizinkan Suu Kyi merespons tawaran itu langsung di depan publik. Sekadar catatan, Suu Kyi terakhir kali terlihat di depan publik pada tahun 2003. Saat itu Suu Kyi muncul selama 15 menit di depan pintu gerbang rumah tempat dia ditahan.

Namun, Jumat malam, televisi Myanmar membuat kejutan dengan menayangkan wajah Suu Kyi saat bertemu Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Ibrahim Gambari. Ini adalah penayangan gambar Suu Kyi pertama kali di televisi Myanmar sejak beberapa tahun terakhir.

Para aktivis Myanmar yang lari ke Thailand juga tidak terkesan dengan tawaran Than Shwe. “Jika benar-benar ingin berdialog, dia (Suu Kyi) seharusnya dibebaskan terlebih dahulu sehingga dia punya kebebasan berbicara dan berserikat,” kata Maung Maung.

Dia menilai, tawaran Than Shwe itu merupakan bagian dari strategi kehumasannya menjelang pertemuan Dewan Keamanan (DK) PBB.

Laporan Gambari

Dari New York, Utusan Khusus PBB, Ibrahim Gambari, mengatakan, tindakan represif junta Myanmar terhadap para demonstran memungkinkan untuk mendapat reaksi serius dunia internasional. Pernyataan itu dia sampaikan ketika menjelaskan misi empat harinya di Myanmar kepada DK PBB.

“Penting bagi Pemerintah Myanmar untuk mengakui bahwa apa yang terjadi di Myanmar bisa mendapat reaksi serius dari dunia internasional,” ujarnya.

Gambari menambahkan, PBB prihatin dengan laporan-laporan pelanggaran yang dilakukan pasukan keamanan dan milisi Myanmar termasuk penggerebekan ke rumah-rumah, pemukulan, dan penahanan warga secara semena-mena.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengatakan, penggunaan kekerasan terhadap para demonstran di Myanmar menjijikkan dan tidak bisa diterima.

Dia mendesak junta Myanmar menghormati hak asasi manusia dan menjalankan demokrasi. Untuk itu, proses rekonsiliasi harus dipercepat dan dibuat dengan asas luas, inklusif, dan setransparan mungkin. (AP/AFP/BSW) Kompas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: