Baghdad, Kini Ibarat Tumpukan Sampah

Baghdad yang dulu indah dan asri kini berubah menjadi tumpukan sampah. Puing-puing berserakan akibat peledakan bom terlihat hampir di seluruh penjuru kota. Rerongsokan mobil, gedung-gedung yang hitam akibat ledakan, semakin menjauhkan rakyat di kota itu dari rasa damai.

“Lihatlah pemandangan yang buruk ini. Bagaimana seseorang bisa melupakan perang ketika mereka melihat mobil-mobil ini, kerusakannya, dan warna-warna hitamnya?” kata Fayez Saddiq Ahmad. Ia menunjuk sebuah tempat parkir di pusat Baghdad yang dipenuhi rongsokan kendaraan korban bom, Minggu (7/10).

Puluhan kendaraan yang hancur ditaruh di tempat itu, di seberang jalan dari sebuah sekolah di Distrik Salhiya. Beberapa mobil masih terlihat utuh, tetapi jendelanya hancur dan penuh noda hitam akibat bekas ledakan.

Beberapa mobil lainnya tinggal rangka semata, pintu-pintu dan hidungnya telah hancur karena ledakan. Di banyak bagian Baghdad mobil-mobil dibiarkan begitu saja di pinggir jalan di lokasi terjadinya serangan.

Pemerintah kota Baghdad menyatakan, tak kurang dari 1.500 rongsokan mobil telah dipindahkan sepanjang tahun ini, tetapi diakui masih banyak lagi yang belum bisa dipindahkan.

Beberapa rongsokan mobil itu menjadi tempat bermain bagi anak-anak. Mereka memanjat, masuk ke dalam melalui kaca depan yang telah hancur seluruhnya, bermain-main di pintunya, atau melompat dari atas atapnya ke tanah.

“Ini adalah sebuah situasi yang menyakitkan. Kami tidak ingin melihat itu. Ada sebuah sekolah di sini,” ungkap Mazen Kazem, warga Baghdad. Anak-anak seharusnya melihat taman, bukan puing habis terbakar seperti ini.

“Pemandangan ini tentu berdampak psikologis terhadap rakyat. Ketika melihat itu, mereka menjadi ingat akan rasa takutnya, teror dan kematian. Kami ingin menghapuskan pemandangan ini dan menggantinya dengan sesuatu yang lebih optimis dan penuh harapan,” kata Wathiq Adnan, salah seorang warga di Baghdad.

Menjadi rutin

Akan tetapi, harapan warga Baghdad itu jauh dari terkabul. Sepanjang Minggu (7/10), ibu kota Irak itu diguncang lagi sedikitnya tiga ledakan bom. Sedikitnya sembilan warga sipil Irak tewas akibat bom-bom tersebut.

Pasukan keamanan AS dan Irak telah meningkatkan keamanan di seputar Baghdad dalam beberapa bulan terakhir, dengan harapan bisa menghentikan gelombang peledakan bom dan bom mobil. Bom-bom tersebut telah membunuh ribuan rakyat Baghdad sejak pasukan AS menginvasi Irak, 20 Maret 2003 lalu.

Pejabat mengatakan, peningkatan patroli keamanan berhasil mengurangi aksi kekerasan. Akan tetapi, bom masih tetap menjadi rutinitas sehari-hari.(AP/Reuters/OKI) Kompas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: