Tentara Myanmar Memburu Empat Tokoh Biksu

Seorang biksu mempertanyakan keberadaan banyak biksu Myanmar yang ditahan dan tidak diketahui nasibnya di depan Konsulat Tiongkok di San Fransisco, AS, Jumat (5/10).

[YANGON] Junta militer Myanmar mengakui telah menahan 513 biksu dalam aksi pemberangusan massa pengunjuk rasa tetapi sebagian sudah dibebaskan. Saat ini, tentara masih memburu lebih dari empat biksu pemimpin perlawanan terhadap penguasa Myanmar.

Tentara menggeledah 18 biara yang dicurigai menjadi tempat persembunyian biksu-biksu penentang pemerintah, Jumat (5/10). Pada awalnya pemerintah mengatakan 513 biksu ditahan tetapi mereka sudah dibebaskan setelah diperiksa secara saksama.

Dalam pernyataan yang disiarkan melalui televisi, pemerintah menyatakan saat ini masih menahan 109 biksu untuk diinterogasi.

Sebanyak 29 biksu dicurigai menjadi pemimpin dan penggerak unjuk rasa, 25 di antaranya sudah ditahan. Berarti masih ada empat lagi biksu yang diburu tentara, yakni U Kantiya, U Visaitta, U Awbatha dan U Parthaka tetapi tidak disebutkan nama biara mereka.

Kemarin, seorang pejabat pemerintah bertemu dengan biksu-biksu senior di Yangon. Para biksu diminta untuk memberi tahu di mana empat biksu itu yang saat ini sedang dicari itu.

Biksu adalah sosok yang sangat dihormati oleh masyarakat Myanmar. Bagaimana penguasa memperlakukan mereka akan sangat berpengaruh bagi rakyat. Bisa jadi, tentara yang loyal pada junta pun akan geram dan marah bila mengetahui para biksu diperlakukan keji.

Pertemuan itu untuk menunjukkan kepada masyarakat awam bahwa para jenderal penguasa masih menghormati biksu. Biksu-biksu yang berusia lanjut pada umumnya punya hubungan erat dengan junta tetapi biksu-biksu yang lebih muda cenderung membela aktivis prodemokrasi. Untuk mendiskreditkan kaum biksu, pemerintah mengatakan telah menemukan benda-benda “nonreligius” di dalam biara Buddha. Benda-benda yang dimaksud adalah video porno, buku-buku yang diterbitkan Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), dan bandana bergambar swastika Nazi, dan bendera AS.

Aksi perlawanan terhadap junta militer ini merupakan yang terbesar dalam 19 tahun terakhir. Para biksu telah menjadi tiang perlawanan yang tangguh dalam menentang junta. Rentetan protes dimulai sejak pemerintah memberlakukan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) hingga 500 persen.

Warga dan mahasiswa pun turun ke jalan-jalan di berbagai kota untuk menentang sikap junta. Tetapi, ketika mereka mulai ditangkapi dan dipukuli, gantian kaum biksu yang turun berdemonstrasi. Setiap hari jumlahnya semakin banyak. Mereka mendapat dukungan besar dari rakyat. Warga masyarakat bahkan membentuk rantai manusia untuk melindungi demonstrasi ribuan biksu yang berjalan tanpa alas kaki dan kadang kala di tengah derai hujan.

Kekompakan rakyat dan biksu itu sangat menyinggung perasaan penguasa. [AP/Y-2] AP /Paul Sakuma/ Suara Pembaruan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: