Banjir Terburuk Melanda Vietnam, 67 Tewas di Provinsi Thanh Hoa dan Nghe An

Topan yang berlangsung sejak pekan lalu menimbulkan bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah negara. China dan Taiwan didera terpaan Topan Krosa, sementara Vietnam mencatat banjir terburuk karena Topan Lekima.

Topan Lekima sudah menerpa Vietnam sejak Rabu malam lalu, tetapi hujan lebat yang ditimbulkan topan kategori tiga ini berdampak hingga Senin (8/10). Ratusan ribu rumah di sejumlah desa di Vietnam sampai kemarin masih terbenam banjir yang digambarkan sebagai yang terburuk dalam satu dekade ini. Banjir ini mengganggu kehidupan sekitar dua juta warga Vietnam.

Provinsi Thanh Hoa dan Provinsi Nghe An yang bertetangga di selatannya paling parah dilanda banjir dan tanah longsor yang disebabkan Topan Lekima. Ketinggian air di sungai-sungai mencapai level paling tinggi sejak pertengahan tahun 1980-an. Ini membuat rumah-rumah di dataran rendah lenyap terbenam banjir.

Permukaan air Sungai Buoi di Thanh Hoa mencapai 14,25 meter di atas batas normal. Sekitar 0,26 meter di atas level banjir tahun 1985. di Nghe An, permukaan air Sungai Ca mencapai 7,9 meter dari level bahaya. Laporan awal menyebutkan, hampir 58.000 rumah hancur atau rusak.

“Rakyat bilang mereka tak pernah mengalami banjir seperti ini selama satu generasi,” ujar Jo Lowry dari Federasi Palang Merah Internasional dan Masyarakat Bulan Sabit Merah seusai melihat Thanh Hoa dan Nghe An, sekitar 150 kilometer selatan Hanoi.

“Persiapan dilakukan menghadapi topan, tetapi mereka tidak cukup serius memperhitungkan banjir,” ujar Lowry. Vietnam dengan 85 juta penduduk sedikitnya mengalami 10 terpaan topan dan badai setiap tahunnya.

Sementara Topan Krosa yang menerjang Taiwan sejak hari Sabtu dini hari dan menghantam China hari Minggu hanya menyebabkan lima orang tewas di Taiwan. Krosa yang berarti bangau dalam bahasa Khmer, pada Senin melemah setelah melanda Provinsi Zhejiang dan Fujian.

Bencana banjir juga menerpa Afrika Barat pekan lalu dan menyebabkan 800.000 orang di 13 negara di kawasan itu terkena dampak banjir. Ghana, Togo, Burkina Faso, dan Mali paling parah terkena banjir akibat hujan yang turun terus selama delapan hari terakhir. Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa, 200 orang tewas akibat banjir ini.

Kini banyak warga di sana terancam kesulitan pangan akibat banjir yang merusak hasil panen mereka. Harga pangan kini melambung, sementara sebagian besar dari warga sangat miskin tak memiliki uang membeli bahan pangan. (Reuters/AFP/ppg) Kompas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: