Bentrokan Militan dan Militer di Pakistan, 58 Tewas

Sedikitnya 58 orang, termasuk 16 tentara, tewas dalam dua pertempuran besar antara militan melawan militer Pakistan, Minggu (7/10). Menurut pihak militer Pakistan, peristiwa itu terjadi di sejumlah kawasan suku-suku Pakistan yang selama ini diliputi pergolakan.

Juru bicara militer Mayjen Waheed Arshad mengatakan pasukan keamanan melancarkan serangan ke arah basis dan tempat persembunyian militan di kawasan Waziristan Utara yang berbatasan dengan Afghanistan. Ia mengatakan sedikitnya 20 militan tewas dalam bentrokan bersenjata, yang juga menewaskan enam tentara Pakistan dan melukai enam yang lain.

Sejumlah warga lokal menyebutkan, empat warga sipil juga tewas, termasuk tiga wanita. Militer Pakistan belum dapat memberikan konfirmasi tentang jumlah korban tewas di pihak warga sipil.

Operasi terhadap militan dilancarkan sebagai balasan atas serangan semalam suntuk pada Jumat (5/10) yang dilakukan para ekstremis terhadap dua konvoi militer di kawasan Waziristan Utara. Dalam peristiwa itu, kata Arshad, dua tentara tewas dan 30 lainnya luka-luka.

Dalam bentrokan bersenjata yang kedua, para ekstremis menyerang sebuah iring-iringan militer di wilayah Hasu Khei, masih di Waziristan Utara. Sebanyak 10 tentara dan 18 militan tewas.

Presiden Pakistan Pervez Musharraf kini tengah berada di bawah tekanan yang semakin meningkat untuk segera mengatasi jaringan teroris Al Qaeda dan Taliban. Sejumlah pejabat AS menyebutkan, Al Qaeda dan Taliban kini terus mengkonsolidasikan kekuatan di wilayah-wilayah suku Pakistan sejak berhasil dipukul mundur dari perbatasan Afghanistan pada 2001.

Musharraf, sekutu kunci AS dalam upaya internasional untuk memerangi ekstremisme, berhasil menang dengan kelebihan suara yang amat banyak dalam pemilihan presiden, Sabtu (6/10). Ia berjanji untuk terus berperang “100 persen” melawan terorisme.

Gugatan

Sebelum hasil pemungutan suara dinyatakan resmi, Mahkamah Agung (MA) harus menyimak terlebih dahulu gugatan-gugatan hukum yang dilakukan oposisi terhadap pencalonan kembali Musharraf sebagai presiden.

Pada Minggu (7/10), Musharraf bersiap-siap menghadapi pertempuran di MA tentang apakah ia dapat mengklaim kemenangan yang diraih dalam pilpres. Konfrontasi Musharraf dengan MA tidak tertutup kemungkinan bakal menyulut ketidakstabilan di negara itu.

MA kini tengah mengkaji legalitas hasil pilpres. MA juga masih mempelajari apakah Musharraf diizinkan menjabat sebagai presiden ketika pada saat yang sama ia masih mempertahankan jabatan sebagai kepala angkatan darat.

Dengan demikian, hasil pilpres belum dapat diabsahkan hingga MA membuat keputusan. Keputusan MA terhadap Musharraf, dapat mendorong Presiden Pakistan tersebut ke tepi jurang kejatuhan.

Pendukung Musharraf merayakan kemenangan di dua parlemen nasional dan empat majelis tingkat provinsi dengan berpesta kembang api. Mereka tidak peduli dengan penangguhan pengumuman hasil resmi per- hitungan suara.

Musharraf menang 252 suara dari total 257 suara di senat dan majelis nasional. [AFP/E-9] Suara Pembaruan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: