Kremlin Pesta Ultah Putin, Rakyat Kenang Kematian Politkovskaya

Seorang pria tua memasang bunga di samping foto Anna Politkovskaya di tembok apartemen tempat wartawati itu pernah tinggal di Moskwa, Minggu (7/10). Beberapa warga Moskwa memperingati setahun kematian Anna yang dikenal kritis terhadap pemerintah Presiden Putin.

ari Minggu (7/10), di Moskwa, Rusia, digelar dua acara penting, pesta presiden dan protes rakyat. Di Kremlin, Presiden Rusia Vladimir Putin merayakan ulangtahunnya (ultah) ke-55. Ia menyampaikan penghormatan kepada sekutu-sekutunya yang ia undang ke pesta.

Perayaan ulang tahun yang dilakukan menjelang pemilu itu baru pertama kali dilakukan Putin selama delapan tahun berkuasa.

Tokoh-tokoh politik, kepala intelijen, dan penasihat tinggi militer beserta keluarga mereka meramaikan perayaan itu. Menurut kantor berita Interfax, mereka yang hadir, antara lain, Perdana Menteri Rusia yang baru, Viktor Zubkov, penerus Zubkov yakni Mikhail Fradkov yang kini mengepalai lembaga intelijen luar negeri (SVR), Presiden Senat Sergei Mironov dan Boris Gryzlov, Ketua Duma, atau parlemen. Istri dan keluarga tentara yang tewas selama bertugas juga diundang.

“Saya mengucapkan selamat datang kepada semua hadirin yang sangat saya hormati,” tambah Putin.

Kepada keluarga prajurit, ia memuji keberanian dan sikap heroik mereka di medan perang. Putin yang tetap populer berencana mundur dari jabatannya sebagai Presiden Rusia pada 2008, di penghujung masa jabatannya ke-2.

Mengenang

Kalau Kremlin berpesta dan makan enak untuk merayakan ultah Putin, ratusan aktivis berpawai mengenang kematian wartawati Rusia, Anna Politkovskaya. Peringatan kematian Politkovskaya digelar di tengah maraknya seruan internasional agar kasus kematiannya diselidiki dan pelakunya diseret ke meja hijau.

“Setahun lalu, Politkovskaya dibunuh dengan cara-cara keji. Ia tewas karena membela martabat seluruh rakyat,” komentar Mikhail Kasyanov, mantan perdana menteri yang banting stir menjadi pemimpin oposisi.

Politkovskaya, wartawati dan ibu dua anak ini, tewas diterjang peluru pada 7 Oktober 2006, tepat di luar kediamannya di pusat kota Moskwa. Ia dikenal sebagai wartawan yang independen dan hal itu langka dalam jurnalisme Rusia. Hingga saat ini kasus kematiannya tak kunjung terungkap.

“Nama dia telah menjadi otoritas moral yang tertinggi,” ujar Kasyanov dalam aksi damai di bawah kepungan ratusan aparat keamanan Rusia di alun-alun Kota Moskwa. Aksi protes berlangsung tanpa insiden.

Tokoh oposisi yang lain, mantan juara dunia catur Garry Kasparov, meletakkan sebuah plakat untuk mengenang pembunuhan Politkovskaya yang dilakukan secara “pengecut” di dinding rumahnya. Ia meletakkan buket bunga mawar kuning dan merah jambu di depan pintu rumahnya. Keluarga Politkovskaya mengunjungi makamnya di pinggiran Kota Moskwa. [AFP/AP/E-9] AP/ Suara Pembaruan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: