Bom di Kota Minyak

Sedikitnya 22 orang tewas pada dua ledakan bom bunuh diri. Serangan ini lagi-lagi menggunakan mobil di Baiji, di Provinsi Salahuddin, Irak, Selasa (9/10). Satu bom meledak di masjid dan satu di kantor polisi Baiji, kota pusat pengolahan minyak mentah dan gas. Baiji dekat ke kota Kirkuk.

Selang beberapa jam kemudian tiga ledakan bom kembali terjadi di kota Baghdad. Hingga kini delapan orang dilaporkan tewas dan 50 orang terluka. Tiga ledakan itu terjadi tepat di tengah lapangan Al-Khulani, kawasan permukiman Shaab, dan Zafaraniyah.

Padahal sebelumnya, Senin, 21 orang tewas juga dalam ledakan bom. Menjelang hari raya Idul Fitri, kondisi keamanan di Irak makin kacau. Apalagi sebelumnya kelompok Al Qaeda di Irak sesumbar meningkatkan serangan di bulan Ramadhan. Sasaran serangan adalah pejabat pemerintah, kepala suku, dan tokoh masyarakat yang bergabung dengan militer AS menumpas kelompok bersenjata di Irak.

Menurut kepolisian Baiji, bom itu sebenarnya ditujukan khusus untuk Ketua Dewan Salahuddin (Sunni Arab) Hamad al-Jubouri. Namun hingga kini nasib Jubouri belum diketahui. Militer Irak dan AS sering menuding Al Qaeda ada di balik setiap insiden kekerasan di Irak. Bahkan Al Qaeda juga sering mengaku bertanggung jawab atas berbagai kekerasan yang terjadi hingga mengakibatkan pejabat pemerintah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat tewas.

Kali ini sasaran serangan adalah para tokoh Dewan Salahuddin yang muncul pertama di Provinsi Anbar. Dewan itu berisi para tokoh Sunni Arab yang bergabung dengan pasukan AS untuk mengusir keluar kelompok Al Qaeda dari Irak. Militer AS menyatakan dewan itu berpusat di daerah-daerah yang mayoritas dihuni Sunni yang setia kepada mendiang presiden Saddam Hussein.

Kondisi di Irak semakin tidak jelas karena masyarakat Irak terpecah. Berbeda pendapat dengan Dewan Salahuddin, tokoh Sunni Irak Harith al-Dhari justru meminta seluruh rakyat Irak untuk tidak ikut bergabung dengan tentara AS dalam melawan Al Qaeda. Melawan Al Qaeda sama saja dengan membantu penjajah. “Kami memang tidak bisa menerima apa pun yang dilakukan kelompok Al Qaeda. Ideologi kami dengan kelompok itu berbeda,” kata Dhari yang juga Ketua Asosiasi Ulama Muslim kepada Al-Jazeera.

Dhari juga mengingatkan bahwa apa pun yang terjadi, Al Qaeda tetaplah bagian dari Irak. Begitu pula sebaliknya. Pasalnya, sekitar 90 persen anggota Al Qaeda kini justru warga Irak. “Kita bisa ajak mereka bicara dan kita bisa minta mereka berubah,” ujarnya.

Komandan militer AS Kolonel Robert Menti memperkirakan sekitar 50.000 warga Irak kini telah bergabung dengan 150 kelompok bersenjata yang sengaja dibentuk untuk melawan Al Qaeda.

Inggris menarik tentara

Setelah Pemerintah AS berjanji akan menarik pasukan secara bertahap, Inggris juga berjanji segera menarik 2.500 tentara dari Irak awal tahun 2009. Di hadapan parlemen, Perdana Menteri Gordon Brown memaparkan jumlah tentara akan dikurangi bersamaan dengan penyerahan tanggung jawab keamanan kota Basra dari Inggris kepada pasukan Irak.

Pengurangan jumlah pasukan pertama dari 5.500 tentara menjadi 4.500 akan dilakukan sekitar dua bulan mendatang. Selain itu, sekitar 2.000 tentara juga akan ditarik awal tahun depan. “Kami berencana akan lebih banyak menarik pasukan,” kata Brown.

Pejabat senior yang tidak mau disebutkan namanya memperkirakan seluruh pasukan keamanan Inggris akan ditarik dari Irak pada akhir tahun 2008.(REUTERS/AFP/AP/LUK) Kompas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: