Perang Empat Hari, 250 Tewas, Ribuan Warga Mengungsi dari Perbatasan Pakistan

Setidaknya 250 orang tewas dalam pertempuran sengit antara kelompok bersenjata dan tentara Pakistan dalam empat hari terakhir. Ini adalah pertempuran terbesar di Pakistan sejak tahun 2001.

Pertempuran terakhir terjadi Selasa (9/10) sore di Desa Epi, Waziristan Utara. Serangan udara oleh tentara Pakistan sore itu menewaskan 50 anggota kelompok bersenjata dan warga sipil. Warga setempat, Noor Hassan, mengemukakan, serangan juga terjadi di Desa Hader Khel.

Juru bicara militer Pakistan, Mayjen Waheed Arshad, mengatakan, serangan udara itu menghancurkan satu atau dua tempat di dekat kota Mir Ali. Dia mengatakan, belum ada konfirmasi mengenai tewasnya 50 anggota kelompok bersenjata. Di pihak tentara Pakistan, dua orang dilaporkan tewas akibat bom yang ditanam di pinggir jalan.

Rangkaian pertempuran berlangsung sejak hari Sabtu lalu di Mir Ali, sekitar 4 kilometer dari Desa Epi. Pertempuran bermula ketika kelompok bersenjata mengebom dan menyerbu pasukan keamanan Pakistan. Seorang tentara Pakistan tewas dan 20 orang luka-luka.

Sehari kemudian, kelompok bersenjata menyerang lima kendaraan yang ditumpangi tentara Pakistan. Sebanyak 22 tentara tewas dan 11 lainnya luka-luka dalam serangan itu. Kelompok bersenjata juga menangkap sejumlah tentara.

Seorang warga Desa Isu Khel mengatakan, ada tiga tentara yang datang kepadanya dan meminta perlindungan. Namun, dia menolak permintaan itu karena takut menjadi sasaran kelompok bersenjata.

Pasukan Pakistan membalas penyerbuan itu dengan serangan udara dan darat ke daerah pertahanan kelompok bersenjata pada Minggu dan Senin. Serangan itu menewaskan 130 anggota kelompok bersenjata. Televisi Pakistan, Senin, melaporkan, delapan warga sipil juga tewas dalam sebuah serangan di Waziristan Utara.

Senin tengah malam, pasukan Pakistan kembali menyerang dan menewaskan 20 anggota kelompok bersenjata. Sejumlah warga mengatakan, pasukan Pakistan juga menghancurkan 50 rumah milik warga sipil.

Arshad mengakui bahwa sejumlah rumah menjadi target serangan pasukannya karena dijadikan kelompok bersenjata sebagai tempat untuk menyerang tentara pemerintah.

“Kaum militan bersembunyi di pegunungan dan rumah-rumah yang menjadi target serangan udara dan mortir. Mungkin ada sejumlah warga lokal yang tewas,” ujarnya.

Namun, dia mencoba meyakinkan bahwa serangan pasukan Pakistan hanya ditujukan kepada kelompok bersenjata, bukan warga sipil.

“Tentara bertempur dengan kaum militan yang terlatih. Mereka memiliki hubungan dengan Afganistan. Banyak dari mereka mendapatkan uang dan senjata dari daerah sepanjang perbatasan,” ujar Arshad.

Mengungsi

Karena situasi semakin kacau, ribuan warga mulai mengungsi ke daerah tetangga yang lebih aman. Sebagian dari mereka meninggalkan desa dengan jalan kaki. Sebagian lagi menggunakan traktor, truk trailer, dan mobil.

“Sebanyak 80 hingga 90 persen keluarga di Mir Ali telah pergi. Hanya ada satu atau dua orang yang tinggal di masing-masing rumah untuk menjaga harta benda mereka,” kata Sher Khan, warga Mir Ali.

Warga yang tetap tinggal di Mir Ali meminta tentara tidak menembaki rumah mereka. Permintaan tersebut mereka sampaikan menggunakan pengeras suara di masjid-masjid. (AP/AFP/BSW) Kompas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: