Perlucutan, Nuklir Korut untuk Minta Uang

Korea Utara bermaksud mencapai perjanjian perlucutan nuklir sebelum berakhirnya masa pemerintahan Presiden Amerika Serikat George Walker Bush, November 2008. Hanya saja, Korut yang miskin berniat meminta lebih banyak uang sebagai imbalan melucuti senjata nuklirnya.

Chun Yung-woo, perunding utama nuklir Korsel dengan pihak Korut, Rabu (10/10), mengemukakan, Korut pekan lalu bersedia menerima persyaratan bagi perlucutan fasilitas nuklirnya. Korut juga menegaskan akan melakukannya akhir tahun ini sebagai imbalan memperoleh bantuan bagi keperluan dalam negerinya.

Dalam perundingan di Beijing, China, Korut dan Korsel, bersama AS, Jepang, China, dan Rusia, mencapai kesepakatan perlucutan senjata nuklir Korut. Pihak Korsel mengaku, sikap Pyongyang ini diharapkan menjadi awal dari perlucutan senjata nuklir Korut sepenuhnya.

Sekalipun Korut berharap memperoleh pasokan bahan bakar minyak, bantuan pangan, dan uang, Korut tidak semata bisa didekati dengan pendekatan ini. “Pendekatan kapitalis semata tidak akan jalan. Anda tidak bisa membeli program nuklir atau senjata nuklir Korut,” ujar Chun.

Analis mengemukakan, Korut dipastikan berupaya menarik sebanyak mungkin yang dia bisa peroleh dari mereka yang menurutnya musuh sebagai imbalan atas keputusannya melepaskan ambisi nuklirnya. Kasarnya, Korut menggunakan program nuklirnya untuk memeras pihak yang menentangnya.

Namun, Chun menegaskan, selama Korut merasa terancam, terutama oleh AS, mereka tetap melihat masalah perlucutan senjata nuklirnya sebagai masalah politik, bukan semata insentif materi semata. “Perlucutan senjata ini bukan merupakan tujuan utama kami,” ujar Chun.

Dia menegaskan, perlucutan senjata ini merupakan langkah yang bisa membawa ke tahapan berikutnya, yakni denuklirisasi yang sebenarnya. Penegasan Chun ini tepat sehari setelah peringatan pertama uji coba nuklir Korut yang membuat negara itu semakin terisolasi dari dunia internasional.

Sekalipun ada yang tetap sangsi dengan keseriusan Korut, Chun melihat ada dinamika baru dalam perundingan menyangkut perlucutan senjata nuklir Korut. Hal ini karena Pyongyang melihat peluang membuat konsesi dan memperoleh imbalan bantuan dalam jumlah besar.(Reuters/ppg) Kompas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: