Tokoh HAM Ditahan Jelang Kongres PKC

Guna menyukseskan Kongres Partai Komunis China ke-17, 15 Oktober di Bejing, para tokoh yang mengutarakan hak asasi manusia diciduk dan ditahan diam-diam. Hal itu dialami Yao Lifa dari Provinsi Hubei, China tengah, yang berkampanye untuk meraih kursi independen dan menggalang petani menuntut hak berpolitik.

Yao Yao, putra Yao Lifa, Rabu (10/10), menegaskan, ayahnya yang selama ini dikenal sebagai pengampanye hak asasi di China menghilang sejak 1 Oktober lalu. Yao Yao menduga ayahnya telah diciduk diam-diam bersamaan dengan kebijakan kontrol ketat pemerintah atas para pembangkang menjelang kongres Partai Komunis China (PKC).

Yao Lifa selama ini dikenal sebagai seorang yang ngotot berkampanye memenangi kursi independen di parlemen lokal yang dikuasai PKC. Dia aktif mengorganisasi warga, terutama petani yang tidak puas, bagian dari penolakan kebijakan China membatasi aktivitas politik.

Yao Yao, kepada Reuters, mengemukakan, ayahnya diambil untuk mengamankan kongres partai yang berlangsung setiap lima tahun, mulai 15 Oktober mendatang. “Saya mendengar dari sebuah sumber bahwa dia (Yao Lifa) ditahan, kemungkinan sampai berakhir Kongres. Namun, tak ada pemberitahuan dari pihak resmi,” ujar Yao Yao, yang kini belajar di New York, AS.

Seorang perwira polisi di Qianjiang, kota asal Yao Lifa, menuturkan, mereka tidak tahu soal hilangnya Yao Lifa. Perwira yang mengaku bernama Wang mengatakan, kemungkinan Yao Lifa ditahan secara ilegal.

Bukan hal baru

Bukan hal baru, pemerintah China selalu melakukan pencegahan khusus atas pemrotes sebelum berlangsungnya Kongres PKC. Kongres ini untuk memantapkan kepemimpinan Presiden Hu Jintao untuk masa lima tahun ke depan. Hu Jintao akan membeberkan kesuksesannya seperti pelaksanaan Olimpiade 2008, keanggotaan China dalam Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), dan kemajuan ekonomi lainnya.

Jalan-jalan di Beijing juga penuh dengan polisi dan petugas berpakaian sipil guna mencegah kemungkinan adanya aksi protes spontan. Mereka acap bertanya atau kadang membawa pergi pejalan kaki dengan penampilan desa karena curiga akan melakukan protes terbuka karena kehilangan tanah akibat proyek pemerintah, menolak korupsi, dan pejabat tak becus selama Kongres.

Sejumlah pembangkang China lainnya juga dikenakan tahanan rumah menjelang Kongres, antara lain Hua Huiqi, seorang tokoh penuntut kebebasan beragama. Hua belum lama ini dibebaskan dari penjara. “Apabila ada pertemuan atau peristiwa besar, pemerintah akan menempatkan dia dalam tahanan rumah atau membuntutinya,” ujar Wei Junmei, istri Hua. (Reuters/ppg) Kompas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: