Gambari Desak Junta Hentikan Penangkapan

Utusan Khusus PBB untuk Myanmar Ibrahim Gambari mendesak junta militer Myanmar untuk segera menghentikan penangkapan terhadap aktivis prodemokrasi. Gambari menyebut penangkapan itu “sangat menggelisahkan” dan berlawanan dengan semangat kerja sama saling menguntungkan antara PBB dan Myanmar.

Gambari memulai tur ke negara-negara Asia, Senin (15/10), untuk menggalang tekanan lebih keras dari negara-negara tetangga Myanmar terhadap junta. “Laporan mengenai penangkapan pemimpin pelajar, interogasi, dan intimidasi sangat menggelisahkan. Tindakan ini harus dihentikan,” kata Gambari seusai bertemu dengan Menteri Luar Negeri Thailand Nitya Pibulsonggram di Bangkok.

“Saya lebih khawatir dengan apa yang sedang mereka lakukan, bukan apa yang mereka katakan. PBB menyerukan kepada Myanmar untuk segera melepaskan tahanan politik, termasuk mereka yang ditangkap selama demonstrasi,” ujarnya.

Gambari juga dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Thailand Surayud Chulanont. PM Chulanont mengisyaratkan bersedia mendukung langkah lebih jauh terhadap Myanmar dalam kerangka ASEAN.

“Sebagai anggota ASEAN, Thailand akan lebih dulu mendengarkan usulan yang dikemukakan utusan PBB, kemudian mempertimbangkan apa yang bisa kami lakukan,” katanya.

Dari Thailand, Gambari akan menuju Malaysia, Indonesia, India, China, dan Jepang. Gambari juga berencana kembali mengunjungi Myanmar pada pertengahan November, atau kalau bisa sesegera mungkin.

Saat ditanya wartawan apakah tetangga Myanmar di Asia Tenggara dan komunitas internasional sudah cukup berusaha menghentikan krisis, Gambari menjawab, “Saya percaya itu, tetapi kita bisa melakukan lebih baik. Kita bisa melakukan lebih banyak. Tidak hanya Thailand, India, China, Indonesia, Malaysia, dan PBB, kita semua bisa melakukan lebih banyak.”

Pada kunjungan sebelumnya ke Myanmar, Gambari berhasil bertemu dengan pemimpin junta Jenderal Than Shwe dan pemimpin Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) Aung San Suu Kyi. Kendati demikian, upaya negosiasi yang dilakukan Gambari belum bisa membawa junta dan kelompok oposisi ke meja perundingan.

Seruan Gambari tidak berpengaruh terhadap pendirian junta yang ingin menjalankan peta menuju demokrasi dengan caranya sendiri. “Kami akan terus berjalan. Kami tidak akan menyimpang dari jalur,” sebut surat kabar milik junta, New Light of Myanmar. (ap/afp/reuters/fro) Kompas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: