China Melangkah di Jalan yang Benar

Pidato Presiden China Hu Jintao dalam pembukaan Kongres Ke-17 Partai Komunis China memberikan gambaran jelas tentang arah gerak negeri itu.

Pernyataan Hu itu diperkuat dengan kenyataan pertumbuhan ekonomi sejak tahun 2003 rata-rata 10 persen atau lebih, produk domestik bruto per kapita dua kali lipat dalam lima tahun terakhir, dan tahun 2006 lebih dari 2.000 dollar AS. Bahkan, target pertumbuhan tahun 2020 adalah dua kali lipat dari tahun 2006 dan “menghapuskan secara mendasar” kemiskinan absolut.

Sejak wafatnya Mao Zedong dan naiknya Deng Xiaoping, China mengubah haluannya 180 derajat. Mereka kembali ke pergaulan internasional. Secara konsisten mereka juga mengubah sistem perekonomiannya, dari sistem komunis menjadi sistem kapitalis, walau mereka menyebut sistem pasar sosialis. Perusahaan milik negara diprivatisasi, penguasa swasta diberi angin, investor asing diberi insentif tinggi, dan bahkan pasar saham diizinkan.

Hasilnya? China memukau dunia. Sebagai misal, pasar Indonesia dibanjiri aneka ragam produk China. Dalam banyak indikator ekonomi—pertumbuhan, perdagangan internasional, investasi asing, dan cadangan devisa (per September 2007 tercatat 1,430 triliun dollar AS—China menduduki posisi tinggi.

Dengan segala perkembangannya, China meninggalkan negara-negara Asia dan Afrika, bahkan Eropa. Ia raksasa yang berjalan sendiri menantang dunia. Bukan mustahil, China akan memandang negara-negara di Asia, Afrika, dan Eropa hanya sejauh memberikan keuntungan baginya.

Akan tetapi, semua itu bukan berarti segalanya serba beres. Di tengah pertumbuhan ekonomi yang hebat itu, dengan jumlah penduduk sekitar 1,3 miliar jiwa, masih tersisa masalah pemerataan, masih tersisa masalah ketimpangan sosial, pengangguran, pendidikan, perumahan, perusakan lingkungan, dan korupsi. Bagaimana menyelaraskan antara pertumbuhan dengan pemerataan. Itu sebuah pertanyaan yang belum bisa dijawab.

Hu sendiri mengakui bahwa korupsi merupakan ancaman bagi kelangsungan hidup partai. Pemimpin China itu mengakui pula masih banyak pejabat yang berfoya-foya, boros, dan tidak jujur. Hukuman yang berat terhadap para koruptor ternyata belum juga membuat pejabat-pejabat lainnya tidak korupsi.

Meski demikian, Hu Jintao secara tegas menyatakan sasaran utama pembangunan China adalah membangun masyarakat yang berkecukupan pada tahun 2020. Semua itu hanya bisa diraih dengan usaha dan perjuangan keras, serta arahan yang benar dan tegas dari pemimpinnya. Kompas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: