Tekanan terhadap Junta Semakin Gencar

Tekanan masyarakat internasional terhadap junta militer Myanmar semakin gencar. Jepang, Selasa (16/10), membatalkan bantuan sebesar 4,7 juta dollar AS untuk Myanmar sebagai bentuk protes terhadap tindakan keras junta menghadapi demonstrasi.

Sehari sebelumnya, Uni Eropa dan Amerika Serikat mempertegas sanksi terhadap junta. Thailand juga mengusulkan forum regional, bersama China dan India, untuk mendorong junta menuju reformasi demokrasi.

Menteri Luar Negeri Jepang Masahiko Komura mengatakan, Jepang membatalkan bantuan sebesar 552 juta yen atau setara 18 persen dari total bantuan Jepang untuk Myanmar tahun lalu. “Pemerintah Jepang perlu menunjukkan sikap. Kami tidak bisa berbuat sesuatu yang bisa mendukung rezim militer saat ini,” katanya.

Komura menambahkan, bantuan program kesehatan bagi Myanmar tidak akan diteruskan. Sebelumnya, Jepang, salah satu negara donor terbesar Myanmar, khawatir bahwa tindakan keras akan mendorong Myanmar lebih jauh ke pangkuan China. Namun, setelah salah seorang wartawan Jepang, Kenji Nagai, tewas saat demonstrasi berlangsung, Jepang memutuskan untuk menghentikan semua bantuan dana bagi Myanmar.

Jepang pernah menghentikan pinjaman lunak bagi Myanmar untuk proyek infrastruktur pada tahun 2003 sebagai protes penahanan pemimpin Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), Aung San Suu Kyi.

Para menteri luar negeri Uni Eropa, Senin, sepakat untuk meningkatkan sanksi terhadap junta. Uni Eropa memperingatkan akan terus melarang investasi baru di Myanmar sebagai tambahan sanksi larangan visa serta pembekuan aset junta dan pejabat Myanmar.

Sebelumnya, Uni Eropa telah menerapkan larangan impor kayu, batu permata, dan logam mulia lain. Namun, Uni Eropa tidak menyasar sektor minyak dan gas alam Myanmar atau mencegah perusahaan Eropa beroperasi pada kedua sektor itu di Myanmar.

Di Amerika Serikat, Presiden George W Bush mengatakan, diperlukan tekanan internasional yang sangat besar untuk membuka mata junta bahwa Myanmar akan diisolasi sepenuhnya jika tidak memberikan kebebasan dan demokrasi kepada rakyatnya.

“Kadang-kadang lembaga internasional tidak membawa konsekuensi. Pada beberapa titik harus ada konsekuensi (bagi junta),” kata Bush.

Washington telah memberlakukan sanksi larangan visa bagi junta Myanmar dan orang-orang terkait junta, tetapi tidak banyak berpengaruh terhadap sikap junta. AS juga terus mendorong tindakan PBB yang lebih keras terhadap junta.

Insentif

Di Bangkok, Perdana Menteri Thailand Surayud Chulanont mengusulkan forum regional tentang Myanmar yang didukung PBB. Selain menghadirkan negara-negara anggota ASEAN, forum itu juga akan menghadirkan China dan India yang dianggap sebagai negara kunci dalam penyelesaian kasus Myanmar.

Selama ini, ASEAN dianggap lemah dalam menghadapi tindakan keras junta Myanmar. Strategi ASEAN yang disebut “keterlibatan konstruktif” dinilai tidak membuahkan hasil. Junta sama sekali tidak memedulikan seruan ASEAN.

“Sangat jelas bahwa kebijakan keras Barat menekan Myanmar atau keterlibatan yang bersahabat dari negara-negara ASEAN sama sekali tidak berhasil,” kata Takashi Shiraishi, Dekan Institut Studi Politik di Jepang.

Saat ini, Utusan Khusus PBB untuk Myanmar Ibrahim Gambari tengah berkeliling Asia untuk menggalang tekanan terhadap junta. Setelah tiba di Bangkok, Gambari menuju Malaysia, Selasa. Dia juga akan mengunjungi Indonesia, China, India, dan Jepang.

Pekan lalu, Dewan Keamanan PBB untuk pertama kalinya mengeluarkan pernyataan tentang Myanmar. Pernyataan itu mengecam tindakan brutal junta dalam menghadapi protes damai rakyat dan menyerukan pembebasan seluruh tahanan politik.

Dalam kunjungan pertama ke Myanmar, Gambari bertemu dengan pemimpin junta Jenderal Senior Than Shwe dan Suu Kyi. Namun, sejauh ini dia dinilai gagal membawa keduanya ke meja perundingan. Than Shwe telah menawarkan dialog bersyarat dengan Suu Kyi setelah kunjungan Gambari, tetapi belum terealisasi. (ap/afp/reuters/fro) Kompas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: