Junta Masih Tahan 3.000 Orang, Gambari Inginkan Aksi Nyata ASEAN terhadap Myanmar

Junta militer Myanmar mengakui masih menahan sekitar 3.000 orang yang terlibat aksi protes menentang junta. Militer masih terus melakukan penangkapan dan mengabaikan seruan internasional. Junta juga menyalahkan biksu atas tindakan keras yang diambil junta dalam menghadapi aksi tersebut.

Surat kabar milik junta, New Light of Myanmar, Rabu (17/10), menyebutkan, sebanyak 2.927 orang ditahan dan 468 orang dipenjara. Sebelumnya, junta hanya menyebutkan sebanyak 2.100 orang ditahan terkait aksi protes kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang pecah pada Agustus dan September lalu.

“Orang-orang yang memimpin, terlibat, dan mendukung protes telah dipanggil dan diinterogasi. Beberapa orang sedang diinterogasi dan mereka yang memang harus dibebaskan akan dibebaskan,” sebut surat kabar itu.

Setiap orang yang dibebaskan dari tahanan diharuskan menandatangani “janji” yang, menurut para pemrotes, berisi pernyataan tidak akan terlibat dalam protes atau mendukung gerakan prodemokrasi.

New Light of Myanmar juga mengutip pernyataan junta yang menyalahkan para biksu atas jatuhnya korban dalam aksi protes. “Jika para biksu tetap berada di dalam wihara, pemerintah tidak akan menggunakan kekerasan,” sebut surat kabar itu.

Penangkapan aktivis masih terus berlangsung. Oposisi Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) menyebutkan, lebih dari 300 anggota partai pimpinan Aung San Suu Kyi itu telah ditahan sejak Agustus.

Junta mengabaikan kecaman internasional dan desakan untuk melakukan reformasi demokrasi. Junta bersikukuh untuk melakukan dengan caranya sendiri. Amerika Serikat dan Uni Eropa telah memperketat sanksi terhadap Myanmar. Jepang juga telah membatalkan sejumlah besar bantuan untuk rezim tersebut.

Aksi nyata

Di Malaysia, Utusan Khusus PBB untuk Myanmar Ibrahim Gambari bertemu dengan Perdana Menteri Abdullah Ahmad Badawi, Rabu, dan dijadwalkan menuju Indonesia. Gambari sedang berupaya menggalang tekanan dari negara tetangga Myanmar terhadap junta.

Kepada para pemimpin Malaysia, Gambari mengatakan ingin melihat aksi nyata ASEAN untuk mendorong reformasi demokrasi di Myanmar. Sumber diplomatik di Malaysia mengatakan, Gambari ingin melihat apa yang sebenarnya dipersiapkan negara-negara ASEAN untuk menyelesaikan krisis di Myanmar.

“ASEAN tidak cukup sekadar mengeluarkan pernyataan keprihatinan. ASEAN harus bekerja bersama PBB, China, dan India. ASEAN harus benar-benar terlibat, tidak hanya mengeluarkan pernyataan dari konferensi ke konferensi,” ujar sumber itu kepada AFP, mengutip Gambari. (ap/afp/fro) Kompas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: