China Panggil Dubes AS, Bush Juluki Dalai Lama Simbol Toleransi dan Perdamaian Universal

beijing, kamis – Menteri Luar Negeri China Yang Jiechi memanggil Duta Besar AS Clark T Randt, Kamis (18/10) di Beijing. China memprotes penghargaan dari Kongres AS bagi tokoh spiritual Tibet, Dalai Lama.

Pemerintah China menyatakan, penghargaan Medali Emas Kongres bagi Dalai Lama sangat merendahkan hubungan AS dan China. “Langkah AS itu adalah bentuk campur tangan terang-terangan atas urusan dalam negeri China dan merendahkan hubungan kedua negara,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Liu Jianchao.

Hari Rabu lalu, Presiden AS George W Bush menganugerahi Dalai Lama medali, penghargaan sipil tertinggi AS. Medali itu juga pernah diberikan kepada presiden pertama AS George Washington, Ibu Teresa, Paus Yohanes Paulus II, Nelson Mandela, dan pengarang Holocaust (Elie Wiesel).

Bush juga tampil berdampingan dengan Dalai Lama. Ini merupakan pemunculan pertama seorang Presiden AS bersama tokoh spiritual Tibet itu di depan publik.

China memperingatkan pemberian penghargaan kepada Dalai Lama membawa konsekuensi serius pada hubungan bilateral dengan AS. China selalu menyebut Dalai Lama sebagai separatis setelah melarikan diri dari Tibet menyusul invasi China ke daerah di pegunungan Himalaya itu pada 1950, di mana Hu Jintao (kini Presiden China) pernah terlibat.

“China mendesak AS mengambil langkah efektif segera untuk mencegah dampak buruk penghargaan itu dan bertindak konkret guna melindungi hubungan China-AS,” kata Liu.

Bush memuji Dalai Lama sebagai simbol universal perdamaian dan toleransi, seorang gembala bagi umatnya, dan penjaga api semangat rakyatnya. Bush tidak khawatir bahwa kehadirannya dalam penganugerahan penghargaan itu akan merusak hubungan dengan China.

“Saya mendukung kebebasan beragama, dia (Dalai Lama) mendukung kebebasan beragama. Saya ingin menghormati orang ini,” kata Bush di Gedung Putih.

Bush juga mengatakan akan terus mendorong Pemerintah China untuk menerima Dalai Lama dan berdialog dengan dia. Untuk sedikit mengurangi kemarahan China, Bush bertemu secara pribadi dengan Dalai Lama, Selasa, tanpa liputan media atau foto bersama untuk media.

Bahaya

Dalai Lama, peraih Nobel Perdamaian tahun 1989, berulang kali menekankan bahwa dia tidak menginginkan kemerdekaan Tibet, hanya sebatas “otonomi yang sebenarnya”. Dalam pidatonya di Capitol Hill, Dalai Lama menginginkan para pemimpin China mengenali persoalan besar di Tibet.

“Pesatnya pertumbuhan populasi China di Tibet membentuk lingkungan yang rentan dan menimbulkan bahaya nyata bahwa rakyat Tibet akan dikurangi hingga menjadi minoritas di tanah air mereka sendiri,” kata Dalai Lama.

Dalai Lama juga meminta rakyat AS meyakinkan China bahwa dia tulus dan tidak meminta kemerdekaan dari China. “Saya tidak memiliki maksud untuk menggunakan kesepakatan otonomi sebagai batu loncatan menuju kemerdekaan Tibet,” kata Dalai Lama di hadapan lebih dari 1.200 orang yang hadir, termasuk biksu-biksu Tibet, aktor Hollywood Richard Gere, dan pejabat AS. Dalai Lama merupakan penerima penghargaan Medali Emas Kongres ke-146.

Biksu berusia 72 tahun itu tinggal di pengasingan di India sejak tahun 1959 setelah sebuah pemberontakan yang gagal terhadap China yang memerintah Tibet dengan tangan besi. Dia memimpin pemerintahan Tibet dari pengasingan di India utara. Dia banyak diterima pemimpin dunia dan dianugerahi warga negara kehormatan, yang membuat China berang.

Tarik diri soal Iran

Sebagai bentuk protes pemberian penghargaan kepada Dalai Lama, China menarik diri dari pertemuan di mana negara-negara besar di dunia akan bertemu untuk membicarakan isu nuklir Iran, bulan ini.

China juga telah membatalkan dialog tahunan tentang hak asasi manusia dengan Jerman untuk menunjukkan kemarahan menyusul pertemuan Kanselir Jerman Angela Merkel dengan Dalai Lama, September 2007.

Sejumlah pengamat menilai, kadang-kadang Beijing menggunakan taktik penarikan diri dari dialog semacam itu untuk menghindari pertemuan yang tidak ingin dihadirinya.

Liu menolak saran Bush agar China menerima Dalai Lama di Beijing dan berdialog dengan dia. “Bagaimana China akan menangani isu Dalai Lama dan isu Tibet yang adalah urusan dalam negeri China? Rakyat China jauh lebih tahu daripada siapa pun juga dan kami tidak mau orang lain mengatakan apa yang harus kami lakukan,” ujarnya.

Liu menolak menjawab pertanyaan wartawan tentang bagaimana Pemerintah China akan menghadapi para aktivis politik selama berlangsungnya Olimpiade Beijing 2008. Dalai Lama berharap agar acara akbar olahraga dunia itu bisa membuat China menjadi lebih terbuka dan toleran. (ap/afp/reuters/fro) Kompas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: