Dukungan dan Insentif Dapat Ubah Myanmar

jakarta, kompas – Utusan Khusus PBB untuk Myanmar Ibrahim Gambari, Kamis (18/10), menyatakan agar masalah Myanmar selesai, pemerintah junta militer bisa diberikan semacam insentif. “Komunitas internasional harus memberikan dorongan kuat kepada junta militer. Harus ada insentif seiring dengan upaya itu. Dunia tidak hanya menghukum Myanmar,” kata Gambari setelah bertemu Menteri Luar Negeri RI Hassan Wirajuda di Departemen Luar Negeri RI.

Hal senada diutarakan Hassan dengan menyatakan ASEAN dan khususnya Indonesia tetap akan mengajak dan mengikutsertakan Myanmar untuk masuk ke dalam proses demokratisasi. Sebagai sesama negara anggota ASEAN, Indonesia sudah menawarkan bantuan kepada junta militer Myanmar untuk menangani persoalan yang terjadi akhir-akhir ini. “Pada dasarnya kita harus terus mengajak junta militer mewujudkan demokratisasi,” ujarnya.

Apalagi mengingat sebenarnya Indonesia pernah mengalami apa yang saat ini terjadi di Myanmar. Karena itu, kata Hassan, Indonesia siap membantu dan berbagi pengalaman. Indonesia juga pernah mengalami era pemerintahan diktator militer. “Kami akhirnya bisa berubah menjadi negara demokratis dengan multi partai. Kami berharap Myanmar datang pada kami,” ujarnya.

Gambari berharap Indonesia dapat mengajak pemerintah junta militer melanjutkan proses demokrasi (roadmap of democracy). Dalam pertemuan singkatnya dengan Hassan, Gambari mengaku membahas rencana pengintensifan kerja sama PBB dengan ASEAN untuk menyelesaikan persoalan Myanmar. “Kita tetap harus memantau semua tindakan junta militer,” kata Gambari yang akan kembali ke Myanmar, November mendatang.

Selain ASEAN, China telah banyak membantu mendorong junta militer agar bersedia berdialog dengan kelompok oposisi. “Mereka banyak membantu. Saya harap China berbuat lebih banyak agar junta militer bersedia mengikuti proses demokrasi dan berdialog,” kata Gambari yang akan ke India, China, dan Jepang pekan depan.

Bertemu presiden

Ketika bertemu Gambari, Kamis siang, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengharapkan agar keberhasilan awal Gambari di Myanmar disusul keberhasilan lain sehingga misinya sukses dan ASEAN tidak perlu berbicara mengenai sanksi. Hassan mengemukakan keberhasilan misi Gambari terlihat dari tindak lanjut junta militer Jenderal Tan Swe yang menugaskan wakilnya berdialog dengan Aung San Suu Kyi.

Kepada Jenderal Tan Swe, Presiden mengirim surat berisi penghargaan atas respons junta militer menerima kunjungan Gambari termasuk mempertemukan Gambari dengan Aung San Suu Kyi. Deputi I Unit Kerja Presiden untuk Pengelolaan Program dan Reformasi Letjen (Purn) Agus Widjojo berkunjung ke Myanmar untuk mewakili Presiden Yudhoyono menghadiri pemakaman PM Myanmar Soe Win. “Untuk mempererat kerja sama saja. Saya menyampaikan pesan Indonesia siap sewaktu-waktu jika mereka ingin mengajak kerja sama mencari solusi atas masalah mereka,” kata Agus. (INU/DWA/LUK)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: