Junta Myanmar Tuduh AS Bermain

Biksu dan Aktivis Dipersatukan Tujuan yang Sama

Yangon, Minggu – Pemerintah junta, Minggu (28/10), menuduh Amerika Serikat telah menghasut rakyat Myanmar untuk melancarkan unjuk rasa prodemokrasi bulan lalu. Menurut junta, aksi itu dilakukan AS karena negara adidaya tersebut ingin membentuk negara boneka di Myanmar.

“Protes yang terjadi di negeri (Myanmar) dibuat oleh penggertak yang suka berkoar-koar. (Mereka) memanfaatkan para pembangkang dan pengkhianat di pengasingan yang bersatu dengan komunis serta para perusak antipemerintah yang ada di dalam maupun di luar,” tulis harian berbahasa Myanmar, Ahlin Myanma, Minggu, dalam halaman komentarnya.

Istilah penggertak yang suka berkoar-koar ditujukan kepada Pemerintah AS, sedangkan istilah para pembangkang dan pengkhianat ditujukan kepada para aktivis prodemokrasi Myanmar.

Sang penulis yang menyebut dirinya Maung Pwint Lin atau “Orang yang Berbicara Blak-blakan” mengatakan, AS telah mencoba menghidupkan kembali kerusuhan tahun 1988 di Myanmar bersama para pembangkang di pengasingan.

Penulis menyebutkan, mayoritas rakyat Mynamar menolak unjuk rasa terhadap pemerintah. Hanya sebagian orang bodoh dan mudah tertipu yang mau turun ke jalan. Mereka adalah orang-orang yang telah dihasut perusahaan penyiaran asing, seperti BBC, Radio Free Asia, dan Voice of America yang didanai Pemerintah AS.

Tulisan di harian resmi pemerintah itu merupakan bagian dari propaganda junta militer Myanmar. Selain melalui surat kabar, pemerintah juga memasang papan reklame yang pesannya antara lain bertuliskan, “Mereka yang mempercayakan dirinya kepada AS adalah ’gagang kapak’.”

“Gagang kapak” adalah istilah yang sering digunakan junta untuk menyebut para boneka dan pengkhianat.

Gelombang unjuk rasa antijunta dimulai 19 Agustus lalu menyusul naiknya harga bahan bakar dan bahan kebutuhan pokok. Unjuk rasa diikuti puluhan ribu orang di Yangon termasuk para biksu.

Namun, unjuk rasa itu bisa diredam pasukan junta. Pemerintah mengatakan, pihaknya menewaskan 10 orang selama unjuk rasa berlangsung. Namun, kelompok-kelompok pembela HAM yakin jumlah korban yang dibunuh junta selama unjuk rasa mencapai 200 orang. Selain itu, junta menahan setidaknya 3.000 orang, termasuk para biksu.

Bersatu

Meski gelombang unjuk rasa bulan lalu gagal menjatuhkan junta, peristiwa itu telah memunculkan dinamika baru, yakni bersatunya para biksu dan aktivis prodemokrasi. Mereka dipersatukan oleh satu tujuan, yakni bagaimana menjatuhkan junta militer dari kekuasaannya.

“Kami harus bertahan dan memimpin,” ujar U Kovida, biksu muda yang menjadi pemimpin kunci unjuk rasa di Myanmar. Dia baru saja melarikan diri ke Thailand untuk menghindari kejaran junta. Di Thailand, dia bergabung dengan para veteran aktivis tahun 1988.

Mereka adalah para aktivis yang terlibat dalam kerusuhan prodemokrasi tahun 1988. Dalam peristiwa itu, junta Myanmar membantai sekitar 3.000 pengunjuk rasa dan menahan ribuan lainnya.

Sama seperti para biksu, veteran aktivis 1988 juga tetap memiliki semangat untuk menumbangkan pemerintahan junta militer. “Tentara sedang siap-siap memerintah negeri ini untuk jangka waktu lama hingga masa anak-cucu kami. Kami tahu bahwa kami harus bertindak,” ujar Hlaing Moe Than (37), aktivis yang pernah dipenjara junta selama delapan tahun.

Para aktivis dan para biksu yakin suatu saat junta Myanmar bisa ditumbangkan. Mereka menyambut baik tekanan internasional terhadap pemerintahan junta. Akan tetapi, mereka menegaskan bahwa junta akan dikalahkan oleh kekuatan dari dalam Myanmar sendiri. “Perjuangan ini harus dimenangkan dari dalam, tetapi kami membutuhkan dukungan internasional,” kata Hlaing. (AP/BSW)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: