Bom Bunuh Diri Dekat Markas Militer Pakistan, Pemerintah Mengizinkan Mantan PM Sharif Pulang

Rawalpindi, Selasa – Ledakan bom bunuh diri kembali mengguncang Pakistan, Selasa (30/10). Kali ini Presiden Pervez Musharraf nyaris menjadi korban. Bom itu meledak hanya berjarak 1 kilometer dari markas besar militer Pakistan di Rawalpindi. Tujuh orang, termasuk tiga polisi, tewas dan 14 orang terluka.

Menteri Perkeretaapian Pakistan Sheikh Rashid, yang termasuk rekan dekat Musharraf, menegaskan, ledakan bom itu sangat jelas bom bunuh diri meski tidak tahu target serangan yang sebenarnya. Ledakan bom terjadi tepat di pos pemeriksaan polisi yang terletak 1 kilometer dari markas besar (mabes) Angkatan Bersenjata. Di mabes itu—pada saat bersamaan—Musharraf bertemu para pejabat pemerintahan membahas kondisi keamanan di Pakistan.

Salah satu topik yang dibahas adalah serangan atau upaya percobaan pembunuhan yang terjadi ketika pawai kedatangan mantan Perdana Menteri Benazir Bhutto. Meski ledakan bom terjadi dekat mabes militer, menurut juru bicara pemerintah, Rashid Qureshi, Musharraf tetap aman berada dalam kompleks mabes.

Kepala Kepolisian Rawalpindi Saud Aziz mengatakan, tiga polisi dan empat pejalan kaki tewas akibat ledakan bom. Peledak bom itu, kata Aziz, awalnya tampak memaksa ingin melewati pemeriksaan keamanan. “Tetapi, kami berhasil menghentikan pelaku dan akhirnya dia meledakkan dirinya sendiri,” ujarnya.

Seorang polisi, Mohammad Tahir, menuturkan, pelaku bom bunuh diri itu tengah berjalan kaki saat diberhentikan oleh polisi di pos pemeriksaan yang juga ada di dekat kantor kepala staf gabungan militer Pakistan. “Lalu tiba-tiba dia meledakkan dirinya sendiri. Rupanya bom direkatkan pada tubuhnya,” ujarnya.

Meski ledakan itu terjadi dekat mabes militer, pihak Departemen Dalam Negeri menyangkal bahwa ledakan bom itu memang berniat menyerang militer. “Jelas terlihat serangan bom itu sengaja berniat menyerang polisi,” kata juru bicara Depdagri Javed Cheema.

Pasukan penjinak bom menemukan potongan kepala tersangka pelaku di lokasi ledakan bom. Menurut perkiraan, dari hasil pengamatan, pelaku diperkirakan berusia 19 hingga 23 tahun.

Ledakan bom bunuh diri yang terjadi kali ini akhirnya membuat pemerintahan Musharraf menyadari kebenaran tiga laporan yang menyebutkan, paling tidak ada tiga pelaku bom bunuh diri yang berhasil masuk kawasan Rawalpindi dan Islamabad dalam beberapa hari terakhir. Sebelum ledakan bom, Selasa, dua ledakan bom bunuh diri juga telah terjadi di Rawalpindi, 4 September lalu. Akibatnya, 25 orang tewas. Mayoritas korban tewas adalah karyawan badan intelijen yang hendak berangkat kerja menggunakan bus angkutan umum.

Serangkaian serangan dan bom bunuh diri mendera Pakistan sejak pasukan Pemerintah Pakistan menyerbu Masjid Merah yang dianggap dikuasai kelompok yang pro-Taliban, Juli lalu. Meski ledakan bom di Rawalpindi itu ditegaskan Cheema tidak dengan sengaja menyasar Musharraf, banyak pihak meyakini sebaliknya. Apalagi mengingat Musharraf telah berhasil luput dari upaya percobaan pembunuhan setidaknya sebanyak tiga kali.

Seperti yang terjadi bulan Juli lalu, saat pesawat Musharraf terbakar setelah lepas landas dari Rawalpindi. Selain itu, dia juga lolos dari dua ledakan bom di Rawalpindi, Desember 2003. Pemerintah selama ini menduga jaringan Al Qaeda “bermain” di Pakistan, terutama saat ledakan bom yang menyasar Bhutto.

Selama ini Musharraf dikenal sebagai rekan setia pemerintahan AS, terutama dalam kampanye menumpas terorisme. Salah satu upaya menanggulangi gejolak kekerasan di Pakistan, pasukan pemerintah berusaha menjaga gencatan senjata dengan kelompok bersenjata di perbukitan Swat.

Boleh pulang

Mahkamah Agung memerintahkan pemerintah untuk memperbolehkan mantan PM Nawaz Sharif pulang ke Pakistan karena deportasi September lalu dinilai telah melanggar hasil keputusan sidang sebelumnya. Ratusan pendukung Sharif menyambut gembira mendengar hasil keputusan Ketua MA Iftikhar Muhammad Chaudhry itu. Chaudhry juga menuding PM Shaukat Aziz sebagai orang yang memerintahkan Sharif dideportasi ke Arab Saudi, 10 September lalu.

Sebelumnya, dalam persidangan, Chaudhry sempat mengekspresikan kemarahan karena PM Aziz dinilai melanggar perintah pengadilan. Keputusan MA itu sudah diduga akan terjadi mengingat hubungan Musharraf dan MA tidak mulus karena Musharraf pernah memecat Chaudhry, tetapi batal karena memicu protes massal.

Rencananya Sharif akan kembali ke Pakistan, November. Sharif, yang selama ini mengasingkan diri di Inggris dan Arab Saudi sejak tahun 1999, digulingkan oleh Musharraf pada Oktober 1999. (REUTERS/AFP/AP/LUK)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: